Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah Pekanbaru yang Diubah - Cerita Sahabat IDE

Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah yang Diubah - Cerita Sahabat IDE Sumber : RiauDailyPhoto Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah ...

Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah Pekanbaru yang Diubah - Cerita Sahabat IDE
Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah yang Diubah - Cerita Sahabat IDE
Sumber : RiauDailyPhoto

Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah yang Diubah - Cerita Sahabat
Kota Pekanbaru cukup terik pada siang hari. Maklum, efek pemanasan global sudah sampai ke kota ini. Terkadang, panasnya bisa mencapai 34 derajat Celcius. Benar-benar cuaca yang membuat hati ini ingin terus mengurung diri. Namun faktanya tidak juga, semangat bekerja terus tampak dari wajah-wajah pejuang Rupiah. Ya, hidup di kota ini memang begitu keras. Perjuangan mutlak dilakukan dengan semangat pantang menyerah.

Demikian juga saya, sengatan matahari tidak mengurangi niat untuk melakukan napak tilas keliling kota yang saat ini berubah julukan Kota Madani. Ya, dahulunya kota ini berjuluk ‘Pekanbaru Kota Bertuah’, yang disingkat dari Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman Dan Harmonis. Julukan ini ditetapkan oleh Wali Kota Pekanbaru priode 1986-1991, Almarhum Wali Kota Pekanbaru priode 1986-1991, Farouq Alwi.

Namun kini, dimasa pemerintahan Walikota Pekanbaru Firdaus MT, nama itu diganti dengan julukan Pekanbaru Kota Madani. Alasannya, karena sang walikota ingin memperjelas visi dari pembangunan Kota Pekanbaru yang menitikberatkan pengembangan pada sektor kualitas SDM diantaranya melalui bidang keagamaan dan pendidikan.

Hal ini tentu menimbulkan kontroversi. Sang Wako dinilai tidak menghargai sejarah pendahulu yang sudah membuat icon itu. “Kenapa Wako mengganti icon yang sudah ditetapkan tokoh adat dan pendahulu? Padahal, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah,” begitulah kira-kira protesnya.

Kalimat ini langsung membuat saya tersentak. Bukan kah saya adalah bagian dari bangsa yang seharusnya menghargai sejarah. Namun, saya justru tidak tahu banyak tentang Kota ini. Akhirnya dengan hanya modal nekat, ditengah udara menyengat saya memutuskan untuk mengenal Kota Pekanbaru lebih dekat.

Namun, ada hal lain yang menimbulkan kebingungan. Saya tidak tahu, harus memulainya dari mana dan siapa yang akan dituju terlebih dahulu. Di tengah kebingungan itu, saya ingat Tugu Titik Nol. Ya katanya dari tugu ini orang akan tahu sejarah lahir dan berkembangnya sebuah kota.

Akhirnya saya bergegas ke sana, ke titik nol yang katanya berada tepat dibundaran Kantor Gubernur. Tepatnya lagi, di tugu zapin. Harapannya, semoga titik nol akan memberikan titik terang kemana langkah selanjutnya.

Sesampainya di lokasi, saya lalu bergegas mendekati tugu titik nol yang berada di jalan Sudirman sekitar kantor Gubernur.Ya meski sudah sering melalui jalan ini, namun tidak dipungkiri bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa di Tugu Zapin ini ada tugu titik nol. Akhirnya setelah cekrek sana-cekrek ini saya memutuskan untuk mencari lokasi lain.

Namun ada situasi yang membuat saya cukup tersentak. Seorang pengendara menanyai aktivitas saya ditugu tersebut. ‘Ngapain mas?’ tanyanya.

“Saya lagi foto-foto mas, ini kan titik nolnya Pekanbaru, jadi saya pengen mengabadikannya,” jawab saya sedikit bangga.

“Titik nol Pekanbaru bukan disini mas, tapi di Senapelan dekat Pasar Bawah,”.
“Apaaaaaaaa” kesal ku dalam hati.


Pengendara itu pun ngacir sambil senyum-senyum melihat ekspresi saya. Sedangkan saya termangu merasa tertipu meskipun tidak sepenuhnya percaya dengan orang tersebut. Bingung ingin bertanya kepada siapa, akhirnya saya memutuskan bertanya kepada Google. Ternyata begitu banyak jawaban dari portal online yang membahas tentang lokasi titik nol di Pekanbaru.

Dari informasi yang saya himpun, ternyata ada dua lokasi yang diklaim sebagai titik nol Pekanbaru. Pertama yang berada di Tugu Zapin yang dahulu Tugu Pesawat North American F-86 Sabre satu lagi berada di kawasan Gudang Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I), tepatnya kelurahan Kampung Bandar, Senapelan atau yang lebih familiar di Pasar Bawah.

Waduh...ada apa dengan kotaku, bukankah tugu titik nol itu seharusnya satu? Dari beberapa jawaban narasumber berkompeten yang ditampilkan portal online tentang titik nol, ternyata ada fakta bahwa tugu titik nol yang benar berada di Pasar bawah tersebut.

  • ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah


Dalam konteks ini, ternyata sejarah tidak hanya bisa berlalu, namun juga bisa diubah. Padahal dimana-mana dari titik nol inilah orang-orang akan mengenang sejarah pembangunan kota. Dengan berpindahnya tugu titik nol, artinya akan berdampak pada jarak antar Kota Pekanbaru dengan kota lainnya.

Namun saya tidak mau menyerah, semangat terus berkobar untuk mengenal Pekanbaru dari Sejarah, akhirnya saya memutuskan untuk ke Pasar Bawah. Tujuannya tetap untuk mencari titik nol, tempat yang menjadi cikal bakal kota tercinta, mencari tahu tentang Sejarah Kota Pekanbaru.

Tugu Titik Nol Pekanbaru, Fakta Sejarah Pekanbaru yang Diubah - Cerita Sahabat IDE

Sesampainya di wilayah Senapelan Pasar Bawah muncul rasa penat, lelah dan dahaga. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari tempat membeli minuman. Kaki saya terhenti di kedai Kopi Kimteng. Kimteng menjadi kedai kopi paling legendaris di kota Bertuah. Kata orang, belum ke Pekanbaru kalau belum mampir di Kimteng.

Dari sana saya bergegas mencari informasi tentang titik nol. Akhirnya dengan bertanya warga sekitar, saya sampai ke tugu yang saya cari dari awal. Tugu tersebut berbentuk batu Persegi dengan tinggi kurang lebih 70 centi. Pada batu tersebut terukir “Pb. 0, Pad 313, Bkn 65”. Dari Pb (Pekanbaru) berjarak 313 Km menuju Padang (Pad) dan 65 Km menuju Bangkinang (Bkn). Lokasi ini berkoordinat 0,32,21,04 Lintang Utara dan 101,26,37,08 Bujur Timur.

Dilihat dari bentuknya, saya langsung bisa mengasumsikan jika ini titik nol yang benar. Sangat klasik dan berumur tua, begitulah kondisinya. Katanya tugu Titik Nol ini menjadi sebuah simbol pusat peradaban serta pemerintahan Pekanbaru pada zaman pra kemerdekaan tahun 1962. Namun berdasarkan pengakuan warga setempat tugu ini sudah tidak menjadi titik nol lagi sejak tahun 1986, dan tanpa tahu alasan sebenarnya.

  • Kita bisa menemukan beragam bangunan lama yang bersejarah di sekitaran Tugu Titik Nol Pekanbaru


Jika melihat kondisi sekitarnya, kesan masa lalu memang tidak bisa hilang dari tempat ini. Kita bisa menemukan beragam bangunan lama di sekitaran Tugu Titik Nol Pekanbaru, untuk mengenali sejarah kota. Ada Masjid Raya Pekanbaru dibangun pertama kali oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah (1766-1780), Raja keempat Kerajaan Siak Sri Indrapura, sekitar tahun 1762 M.

Di areal sekitar masjid Anda bisa berziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru, yakni Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah yang bergelar Marhum Bukit. Di tempat ini juga, terdapat makam Sultan Siak keempat, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang bergelar Marhum Pekan.

Selain itu, di wilayah ini anda bisa berkunjung ke rumah Tuan Kadi (Tuan Qadi). Ini salah satu rumah tertua di Senapelan. Terletak di Jalan Senapelan Gang Pinggir. Hanya lebih kurang 500 meter dari Pasar Bawah. Dirumah inilah Bang IDE yang ganteng, baik hati dan tidak sombong dilahirkan.

Rumah Tuan Kadi merupakan peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Disebut juga dengan rumah hinggap. Rumah ini menjadi persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru. Di rumah ini berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan dibahas

Benar-benar, saya seperti melihat Pekanbaru di masa lalu. Senapelan memang menjadi cikal bakal kota Pekanbaru saat ini. Tepatnya pada 23 Juni 1784 berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar, dan Kampar) nama Senapelan diganti menjadi Pekan Baharu atau Pekanbaru dalam penyebutan sehari-hari. Lalu, 19 Oktober 1919, Pekanbaru menjadi bagian dari Kesultanan Siak dengan sebutan distrik.

Pada tahun 1931 Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dikepalai seorang controleur. Setelah pendudukan Jepang tanggal 8 Maret 1942, Pekanbaru dikepalai seorang Gubernur militer yang disebut Gokung. Setelah Indonesia merdeka, berdasarkan ketetapan Gubernur Sumatera di Medan tanggal 17 Mei 1946 No. 103, Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota besar.

Setelah itu berdasarkan UU No.22 tahun 1948, kabupaten Pekanbaru diganti menjadi Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru diberikan status kota kecil. Status ini semakin disempurnakan dengan keluarnya UU No.8 tahun 1956. Kemudian status kota Pekanbaru dinaikkan dari kota kecil menjadi kota praja setelah keluar UU No.1 tahun 1957. Berdasarkan Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal 20 Januari 1959, Pekanbaru resmi menjadi Ibukota Propinsi Riau.

Jadi sangat tepat sekali jika titik nol diletakkan di wilayah ini. Karena saya menemukan masa lalu kota Pekanbaru ditempat ini. Dan saya tidak menemukannya ditugu titik nol Zapin.

Memang sangat miris, ketika pemerintahan baru mampu mengubah-ubah sejarah. Dari mengubah lokasi titik nol Pekanbaru, hingga icon Kota Bertuah. Ini baru satu item sejarah yang saya telusuri, bagaimana dengan hal-hal bersejarah lainnya? Mari generasi muda, jangan mudah melupakan sejarah, apalagi mencoba untuk mengubah.

Salam (AJE)

Maaf Bang IDE, saya numpang curhat disini.

You Might Also Like

0 komentar