Curhatan Taman Putri Kaca Mayang, Kampung Bandar, Sungai Siak dan lainnya

PENDENGAR YANG BAIK ADALAH PEMBICARA YANG BAIK MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK SEORANG SAHABAT Apa khabar Pekanbaru Ide? Saya masih i...


PENDENGAR YANG BAIK ADALAH PEMBICARA YANG BAIK
MENJADI PENDENGAR YANG BAIK UNTUK SEORANG SAHABAT


Apa khabar Pekanbaru Ide?
Saya masih ingat dan merasakan betapa matahari Pekanbaru amat menyengat, tapi jika hujan tiba-tiba harus turun, maka curah hujan dan anginnya, sangat aduhai..! Alhasil, dalam sekedipan mata, beberapa ruas jalan pun akan tergenang..!

Ide, di Kota Bertuah ini dulu kita pernah pernah bersama mengenyam pendidikan SLTA. Selalu ada rasa rindu saya setiap kali berkunjung ke Pekanbaru. Meski kadang banyak hal yang tidak bisa saya mengerti..!

Saya bukanlah penikmat makanan pedas dan asin, tapi nyatanya saya mencintai kota yang kebanyakan masyarakatnya sangat menyukai makanan pedas dan juga asin..!

Dan di Pekanbaru pula, untuk pertama kalinya saya belajar mengkonsumsi makanan pedas..!
Terima kasih untuk segala pengalaman dan pengajaran yang telah diberikan..!
Tak sedikitpun akan saya lupa..!
Sungguh sahabatku Ide… ingatan itu akan senantiasa terbiar dan tetap ada.

Saya bukan seorang budayawan, namun saya amat mencintai kebudayaan.
Andai saya memiliki puluhan kisah cinta dengan berbagai gadis dan wanita dari berbagai latar suku, bangsa, agama dan negara, semua itu lebih disebabkan oleh kecintaan saya terhadap corak dan pengaruh budaya asal yang dimilikinya.

Saya bukanlah lelaki pemuja kecantikan, meskipun harus jujur saya akui bahwa kebanyakan diantara mereka adalah wanita yang tergolong rupawan..!
Alhamdulillah, rezeki yang tak disangka-sangka, dan tidak boleh ditolak, bukan begitu gank..? Hehehe..!

Saya tahu dan sadar bahwa Pekanbaru atau Riau adalah daerah yang lahir dari sejarah peradaban Melayunya. Namun nyatanya, saya atau mungkin juga orang lain, akan sangat sulit menemukan warga Pekanbaru yang bertutur dalam bahasa Melayu.

Bahkan di Mall-mall atau mungkin dimanapun ia berada, irama Seni Zapin nan merdu, sudah sangat jarang kita dengar, atau jangan-jangan memang sudah hilang..?

Semoga kekhawatiran saya ini tidak menjadi kenyataan ya De..!
Aamiin..! (sesekali nyeletuk)

Saya tidak ingin ikut mempermasalahkan isu semboyan kota Pekanbaru yang dulu terkenal dengan julukan Kota Bertuah, dan kini berganti menjadi Kota Madani, karena itu hanyalah menyangkut visi jangka panjang dan jangka pendek dari kota yang kita cintai ini.
Apapun itu, selagi masih bisa memberikan spirit dan harapan yang baik bagi warganya, sebagai pencinta kebudayaan Melayu Riau, saya hanya bisa mendukung dan berdo’a.
Meskipun mungkin saya dan Ide tidak setuju, rasanya saya akan lebih memilih sikap serupa dengan apa yang diambil William Shakespeare tentang arti sebuah nama..!
Apalah arti sebuah nama..?
Hehehe..! (tertawa bersama)

Semoga Pekanbaru bisa kian maju dan terus membangun demi kesejahteraan warganya..!

Aaamiin..Terima kasih Sahabat…(nyeletuk lagi tapi tetap menjadi pendengar yang baik)

Menarik dan bangga saat melihat banyak perubahan dan kemajuan yang ada De..!
Bagaimana tidak, di kota yang dulu sangat miskin dengan fasilitas Hotel berbintang, ternyata kini telah bertebaran dimana-mana..!
Pekanbaru telah tumbuh menjadi sebuah Kota Metropolitan yang besar..!
Sayang, meski tumbuh dalam kemajuan, Kota Pekanbaru tidak didukung oleh ketersediaan sarana rekreasi yang mumpuni.

Pariwisata seperti sebuah barang mewah yang langka.

Jika dipublish ke publik takut dicuri, sedangkan disimpan akan menjadi kusam dan usang..!
Sektor pariwisata hampir bisa dibilang tidak berkembang..!

Dari dulu sampai sekarang, objek wisata yang ada tidak pernah bertambah, kecuali jumlah mall dan pusat-pusat perbelanjaan yang tumbuh dimana-mana..!
Bahkan pusat wisata keluarga Taman Puteri Kaca Mayang yang berada di tengah kota, dan telah ada sejak saya masih bersekolah pun, keadaannya kian sepi dan tidak terawat.
Sarana dan fasilitas yang disediakannya tak pernah berganti dan kian tua. Puteri Kaca Mayang itu kini telah renta, seperti nenek-nenek yang kehilangan pesona..!
Jika demikian, jangankan anak remaja, bahkan anak kecil pun tidak tertarik lagi datang kesana.
Taman Puteri Kaca Mayang patut dilestarikan keberadaannya, jika memang Pemerintah Kota Pekanbaru ingin memiliki tempat bernostalgia para ibu bapak yang mengalami masa kecil di zaman keemasan arena wisata tersebut..!

Tapi gimana dengan anak-anak kita..?
Haruskah mereka bermain dengan alat permainan yang sering dipakai bermain oleh ibu bapaknya dulu khan De…?

Hahaha..! (kembali ikut tertawa geli)

Jadul banget dan sangat tidak kreatif..!
Ya, tidak kreatif..!
Itulah penilaian saya De..!
Tapi saya juga sangat maklum, karena Pekanbaru dan Riau adalah daerah yang lahir, tumbuh dan besar dengan potensi migasnya yang super besar..!

Menciptakan objek wisata menjadi sesuatu yang amat sulit dan mungkin dipandang kurang berarti jika dibandingkan dengan menggali minyak dari dalam perut bumi..!

Tapi kini, disaat harga minyak dunia kian jatuh, kesadaran akan arti penting sektor pariwisata kian mengemuka. Tapi pertanyaan yang seringkali kita temui adalah, objek wisata apa sih yang dimiliki Pekanbaru..?

Hehehe..!
Lucu, wisata kok disamain dengan minyak yang tercipta sejak ribuan tahun lalu ya De….

Objek wisata selalu diidentikan dengan benda-benda purbakala dan peninggalan sejarah lainnya. Objek wisata selalu dikaitkan dengan seni dan kebudayaan, benda kerajinan dan lain-lain.

Objek wisata di Pekanbaru dan Riau selalu dimaknai dengan sesuatu yang tidak dimiliki, karena warganya cenderung membandingkan Pekanbaru yang panas dengan Bukittinggi yang dingin, Pekanbaru yang berada di tengah daratan Sumatera dibandingkan dengan Bali yang dikelilingi laut, Pekanbaru yang berawa-rawa dibandingin dengan negara-negara Eropa yang bersalju..!

Jika paradigma seperti ini tidak diubah, maka sampai kapanpun, Pekanbaru akan tetap miskin dengan berbagai objek wisata.
Karena yang paling benar adalah pemikiran bahwa objek wisata itu harus dicipta..!

Jangan pernah bertanya apa yang kita punya De.., jika kita belum berbuat apa-apa..!


Memang benar jika kita mengatakan di Pekanbaru tidak ada objek wisata yang bisa diandalkan, tapi itu tidak berarti bahwa Pekanbaru tidak bisa memilikinya..!
Karena objek wisata sejatinya harus dicipta, bukan hanya diminta..!
Ya khan..!

Oya semasa kau menjabat Kadis Budpar Kota Pekanbaru apa yang telah kau buat De..?

Hmm…. lumayan ada, seperti Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Qadi di Kampong Bandar, itu lho yang di pinggir Sungai Siak. (menjawab singkat, takut dibilang sombong)

Ah..cengkelat namanya tuh..mentang-mentang kau lahir disana mah De..
Ha..ha.. (tertawa lepas, ia tak ia juga nih)

Ide… jangan bertanya apa yang dimiliki Pekanbaru, jika kita masih menutup mata saat lewat di depan Gedung Museum, Taman Makam Pahlawan, Gedung Perpustakaan, Gedung Purna MTQ Hutan lindung, Kampong Bandar Senapelan dan juga danau buatan..!

Jangan lupa masih ada Sungai Siak yang belum diolah dan masih mentah..!


Begitu juga dengan suasana kehidupan masyarakatnya, bagi orang asing, kehidupan kita bisa jadi adalah objek menarik yang layak dinikmati..!

Jika kau bertanya potensi..?
Banyak sekali De...!

Tapi tidak akan pernah ketemu, jika kita masih menutup mata dan mengharapkan semuanya harus ada sebagai sebuah persembahan alam semesta..!
Saatnya kita harus mencipta..!

BUKALAH MATA


Ok..trims waktunya ya De..
Oya terima kasih juga kopinya, Alhamdulillah bukan Sianida.
Ha..ha..ha..

Menjadi pendengar yang baik pun berakhir tatkala ajudan dari orang yang dinanti Sahabat tersebut menjemput.

Semoga ini bermanfaat dan menjadi Renungan Bersama.

Curhatan, kritik dan saran dari seorang Sahabat

Gambar Kopi dari Shutterstock

You Might Also Like

0 komentar