Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda - IDE

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda Pendidikan Karakter bertujuan untuk membentuk individu agar memiliki kemampuan diri ...

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda ide

Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Generasi Muda
Pendidikan Karakter bertujuan untuk membentuk individu agar memiliki kemampuan diri menuju kearah hidup yang lebih baik. Generasi muda masa depan memiliki tantangan berbeda yang pastinya lebih sulit dari yang kita duga.

Sebagai gambaran, saat ini saja begitu banyak krisis multidimensi yang terjadi karena penurunan kualitas moral. Dari level yang paling bawah, menengah hingga kalangan birokrat pun mengalami krisis ini.

Lihatlah bagaimana pemberitaan media massa tentang banyaknya kasus pemerkosaan yang dilakukan dengan cara yang begitu sadis. Komnas Perempuan mencatat bahwa jumlah kasus kekerasan seksual terhadap kaum hawa mencapai 2.399 kasus. Hal ini menunjukkan jika isu besar kejahatan sosial sangat mengkhawatirkan.

Tidak hanya pemerkosaan, kasus-kasus pembunuhan juga wira-wiri dilayar televisi. Motifnya pun terkadang terkesan sepele. Namun pelaku dengan tega tanpa belas kasih menghabisi nyawa korbannya. Masih banyak kasus-kasus miris lainnya yang terjadi di negeri ini.

Data dan fakta berikut ini juga cukup mencengangkan memperlihatkan bagaimana degradasi moral ini terus terjadi. Dikutip dari Litbang Kompas tercata bahwa 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011, 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011, 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI, Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU,KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM.

Data terbaru tentu akan semakin bertambah lagi. Di satu sisi, KPK mengerjakan tugasnya dengan sangat baik karena sukses mengungkap kasus-kasus besar oknum tidak bertanggung jawab. Namun disisi lain, jumlah ini menjadi bukti jika para pemimpin tidak lagi bernurani.

Ini baru segelintir kasus yang menunjukan terjadinya degradasi moral di negeri ini. Masih ada masalah masyarakat lainnya seperti konflik sosial, tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan masih banyak lagi.

Disini lah pentingnya pendidikan karakter untuk mengubah mental masyarakat Indonesia lebih bermoral. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, pendidikan karakter merupakan proses mendidik yang berpijak pada nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter merupakan perpaduan yang seimbang diantara empat hal yaitu, olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga.

  • pendidikan karakter untuk mengubah mental masyarakat Indonesia lebih bermoral dan berakhlak


Dengan pendidikan karakter, setiap individu akan berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negaranya, serta dunia internasional. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan potensi diri dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya.

Dalam pendidikan karakter, anak harus mendapatkan ilmu yang menyentuh dimensi kemanusiaan. Tiga hal yang paling mendasar yang harus diajarkan adalah kemampuan afektif yang tercermin dari kualitas keimanannya terhadap Tuhan. Kognitif yang terlihat dari kemampuan daya pikir dan intelektualitas, dan psikomotorik yang tercermin pada kemampuan mengembangkan keterampilan, kecakapan dan kompetensi. Melalui pendidikan karakter dapat ditanamkan sifat kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin dan sebagainya

Namun faktanya saat ini sistem pendidikan Indonesia umumnya masih menitikberatkan pada kecerdasan kognitif saja. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas sekolah yang berorientasi dengan kegiatan ujian, mulai dari ujian pertengahan semester (MID), ujian akhir sekolah hingga Ujian Nasional. Selain itu, ditambah dengan soal harian serta Pekerjaan Rumah (PR) yang biasanya tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Padahal institusi sekolah seharusnya tidak hanya menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman bagi siswa untuk membentuk pribadi cerdas, namun menjadi alat transformasi nilai-nilai moral dan karakter unggul.

Tantangannya tidak hanya dari pihak sekolah, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi kini juga telah memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap perubahan sosial. Sehingga saat ini, lingkungan keluarga dan masyarakat kurang memperhatikan lagi pendidikan karakter ini.

Sebagian besar orang tua menyerahkan tanggungjawab ini kepada pihak sekolah. Padahal meski anak-anak mendapatkan pendidikan formal dari sekolahnya, namun orang tua memiliki peran penting untuk memberikan pendidikan akhlak dan moral dalam membangun karakter si anak.

Sudah saatnya para pengambil kebijakan, para pendidik, orang tua dan masyarakat mengubah perseps,i bahwa ukuran keberhasilan tidak melulu harus dilihat dari prestasi angka-angka. Namun sesekali harus mengapresiasi mereka yang memiliki kejujuran, rasa tanggung jawab, disiplin dan sebagainya. (AJE)

You Might Also Like

0 komentar