Pekansikawan, Membangun Kota Baru Empat Kawasan

Pekansikawan, Membangun Kota Baru Empat Kawasan Kota Pekanbaru menggagas masterplan pembangunan jangka panjang yang bernama Pekansikawan. ...

Pekansikawan, Membangun Kota Baru Empat Kawasan ide

Pekansikawan, Membangun Kota Baru Empat Kawasan
Kota Pekanbaru menggagas masterplan pembangunan jangka panjang yang bernama Pekansikawan. Program ini akan mengintegerasikan pembangunan empat kawasan yakni Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kampar dan Pelalawan. Konsep Pekansikawan bertujuan untuk membangun kota baru dengan memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Pekansikawan merupakan perencanaan pembangunan Kota Pekanbaru dimasa mendatang dengan konsep yang matang dan terstruktur. Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengatakan, dengan wilayah yang hampir seluas Jakarta, ternyata Pekanbaru kini mulai terasa sempit. Untuk itu mengantisipasi hal tersebut Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan daerah tetangga sebagai mitra melalui program Pekansikawan ini.
Kawasan Pekansikawan ini akan berkembang seperti Bogor, Depok, dan Bekasi yang mendapat limpahan luar biasa dari Jakarta.

Konsep Pekansikawan ini bertujuan untuk membangun kota baru dengan memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Dengan begitu, maka kesejahteraan masyarakat Riau semakin meningkat.

Pembangunan di kawasan Pekanbaru menjadi langkah awal dari pembangunan ini yang akan menjadi katalisator utama pengembangan kawasan. Pemko Pekanbaru akan membangun jalan lintas outer ringroad utara-selatan sepanjang hampir 40 kilometer.

Jalan ini akan membujur dari jalur Lintas Timur terus menyeberangi Sungai Siak sampai tersambung ke jalan tol Pekanbaru-Dumai-Sumatera Utara yang merupakan bagian dari Masterplan Pengembangan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Jalur penting ini juga akan dihubungkan dengan Jembatan Siak 5 yang segera dibangun.

Bila jalan ini dibuka, bisa dipastikan kawasan Lintas Timur, Tenayan Raya, Rumbai Pesisir, dan sebagian Minas yang selama ini kurang menarik, akan menjadi magnet baru yang luar biasa.

Dengan Pekansikawan ini akan ada program integrasi antara Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan. Tidak hanya membangun jalan dan jembatan utama, di kawasan ini juga akan dibangun kota baru yang akan menjadi jantung baru Pekanbaru. Ada kawasan perkantoran, investasi, Kawasan Industri Tenayan (KIT), dan lainnya.

Pembangunan nantinya akan mengundang investor, baik perumahan, pergudangan, pusat perbelanjaan, perhotelan, dan lainnya. Banyak kerja sama yang bisa dilakukan antara Pekanbaru, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Mulai dari transportasi, komunikasi, hingga masalah sampah, dan air bersih.

Di bidang transportasi, Pekanbaru saat ini sudah memiliki sistem transportasi massal Trans Metro Pekanbaru. Saat ini rutenya sebagian sudah melayani kawasan Pekansikawan ini, yaitu kawasan Pasirputih dan Kampar. Nantinya, layanan bus Trans Metro ini bisa saja melayani kawasan yang lebih luas, seperti sampai ke Minas, Danau Bingkuang, atau Teratakbuluh.

Konsep 'Pekansikawan' yang ditawarkan Pemko Pekanbaru mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Riau. Konsep dianggap dapat membangun kota baru dengan memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Gubernur Riau, Arsyad Juliandi Rahman mengatakan, masterplan pembangunan jangka panjang ini untuk menarik investor terus datang ke Riau. Untuk mewujudkan rencana besar ini, Andi juga meminta agar masing-masing kabupaten/kota mengenyampingkan ego dan saling bersinergi mewujudkan Pekansikawan demi menarik perhatian pemerintah pusat.

Penyatuan empat kawasan ini menjadi salah satu tujuan strategis. Setidaknya, dalam tataran ekonomi diyakini akan membawa dampak positif. Pasalnya, kehidupan tidak lagi fokus di wilayah perkotaan saja. Namun juga menyebar ke daerah sekelilingnya. Dengan begitu, peluang pemerataan pembangunan secara proporsional ke wilayah pelosok akan semakin lebih besar.

Pada awal mendengar penjelasan tentan Pekansikawan, Andi mengharapkan agar segera didudukkan kembali untuk dibuatkan Peraturan Daerah (Perda). Beruntung, saat ini Perda Pekansikawan yang di gagas oleh Komisi D DPRD Riau, sudah pada tahap menunggu Peraturan Presiden untuk kepastian payung hukumnya.

Pengembangan kawasan Kota Pekanbaru ini, tentu harus mempunyai perencanaan yang matang, karena untuk mewujudkannya, akan memakan waktu 40 sampai 50 tahun yang akan datang. Untuk itu, dukungan masyarakat terhadap pemerintan sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. (AJE)

Sumber gambar : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1799180

You Might Also Like

0 komentar