Ekonomi Kreatif, Potensi Ekonomi Masa Depan di Riau

Ekonomi Kreatif, Potensi Ekonomi Masa Depan di Riau Kita patut berbangga karena bangsa ini cukup produktif dalam melahirkan anak-anak ...

Ekonomi Kreatif, Potensi Ekonomi Masa Depan di Riau ide


Ekonomi Kreatif, Potensi Ekonomi Masa Depan di Riau

Kita patut berbangga karena bangsa ini cukup produktif dalam melahirkan anak-anak muda kreatif. Setiap hari selalu saja lahir pelaku-pelaku ekonomi kreatif di negeri ini. Mereka tidak saja datang dari kota besar yang memiliki daya dukung atau infrastruktur memadai, namun juga berasal dari daerah pelosok negeri yang minim infrastruktur dan teknologi.

Meski memiliki sejumlah tantangan dan hambatan, sektor ekonomi kreatif kini kian menjadi primadona. Bahkan, menjadi sektor unggulan dalam bidang ekonomi negeri ini. Salah satu faktornya adalah tipikal industri kreatif sendiri yang bukan merupakan usaha padat modal.

Artinya, ketika seseorang ingin terjun ke dunia industri kreatif modal terbesar dan paling awal yang harus dimiliki adalah ide atau kreativitas. Karena tanpa hadirnya ide dan kreatifitas, maka tidak akan muncul yang namanya industri kreatif.

Provinsi Riau selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Sudah puluhan tahun Riau menikmati manisnya kelimpahan sumber daya alam ini. Namun, semakin berkurangnya potensi sumber daya alam yang ada menuntut masyarakat Riau untuk lebih kreatif dalam mengembangkan perekonomian. Salah satunya dengan mengembangkan ekonomi kreatif.

Pengelolaan ekonomi kreatif yang baik tidak saja akan berdampak besar pada pendapatan, penciptaan lapangan kerja serta nilai ekspor. Namun juga berkontribusi penting terhadap kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

Melihat kondisi kekinian, Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Terlebih, tren bisnis dan penggerak ekonomi saat ini sudah bergeser ke usaha dan bisnis yang memiliki keunikan dan ciri khusus, inilah peluang yang harus dilirik pemerintah provinsi dan kota di Riau.

Secara kasat mata, saat ini ekonomi kreatif di Riau terus menggeliat. Di perkotaan, seperti Pekanbaru, sektor industri kreatif banyak dimotori oleh anak muda. Dengan ide, gagasan, serta semangat berwirausaha mereka berlomba-lomba masuk ke ceruk bisnis kreatif. Baik dilakukan secara perseorangan, berkelompok maupun komunitas.

Tak hanya di perkotaan, hal serupa juga terjadi di desa-desa yang ada di Riau. Hampir di setiap daerah kita bisa menemukan banyak komoditas industri kreatif yang diproduksi oleh industri rumahan. Misalnya saja, kegiatan menenun masyarakat yang ada di Siak maupun yang berada di Bukit Batu Laut, Kabupaten Bengkalis. Tak hanya itu, bila berkunjung ke daerah-daerah, kita bisa dengan mudah menemukan masyarakat yang memproduksi berbagai kerajinan tangan dan makanan.

Keberadaan pelaku industri kreatif di desa-desa tersebut memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang produktif dan berdaya saing. Hasil kreativitas pengrajin yang ada di desa-desa juga bisa diterima oleh konsumen domestik maupun global.

Inilah potensi besar ekonomi kreatif di Riau yang tidak boleh disia-siakan dan harus terus dikembangkan secara berkelanjutan. Agar kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Riau, semakin baik dan berkembang maju.

Hal lainnya, dukungan bagi pengembangan industri kreatif seharusnya disinergikan dengan kegiatan pemerintah pusat dan bantuan daerah. Ini sangat penting, karena selama ini permasalahan umum yang sering terjadi adalah minimnya dana yang dimiliki masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

Ekonomi Kreatif menurut literatur merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama. Bayangkan, hanya dengan modal gagasan atau ide, seseorang yang telah melalui proses kreatif bisa menjual ide serta gagasannya untuk mendapatkan uang.

Kemampuan seseorang untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan serta budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif. Perannya tentu untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

  • permasalahan umum yang sering terjadi adalah minimnya dana yang dimiliki masyarakat untuk mengembangkan usahanya


Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Republik Indonesia – sekarang berubah nama menjadi Kementerian Pariwisata saja -- ada 14 sub-sektor yang termasuk dalam ekonomi kreatif.

Diantaranya, Periklanan, Arsitektur, Pasar Barang Seni, Kerajinan, Desain, Fashion, Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif (game), Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Televisi dan Radio, serta Riset dan Pengembangan.

Ke 14 sub-sektor ekonomi kreatif ini memberikan sumbangsih penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Angka sementara pencapaian ekonomi kreatif tahun 2013 (data BPS, statistik ekonomi kreatif 2013) menyatakan, sektor ini pertumbuhannya mencapai 5,76 persen.

Artinya, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ada di angka 5,74 persen. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia juga cukup menggembirakan. Mencapai Rp 642 triliun, atau sekitar 7 persen dari angka nasional.

Sub-sektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi terbesar adalah kuliner dengan nilai Rp 209 triliun atau sekitar 32,5 persen. Sementara dibawahnya ada fashion yang menyumbang Rp 182 triliun atau sekitar 28,3 persen. (AJE)

You Might Also Like

0 komentar